<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Emas Islam &#124; Investasi No 2 Di Dunia</title>
	<atom:link href="http://dinaremas.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dinaremas.net</link>
	<description>Dinar Emas Islam Solusi Keuangan Anda di Masa Datang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2010 06:09:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>UKM Peduli : Seribu Untuk Pendidikan</title>
		<link>http://dinaremas.net/berita/ukm-peduli-seribu-untuk-pendidikan/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/berita/ukm-peduli-seribu-untuk-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 23:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[UKM Peduli Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[YRRIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[CSR atau lebih sering disebut Corporate Social Responsibility semakin marak saat ini berbagai perusahaan berlomba-lomba membuat program CSR yang menarik. Banyak juga perusahaan yang komitmen membuat program CSR berbasis pendidikan. Banyak permasalahan memang dalam bidang pendidikan  di negeri ini mulai dari angaran APBNyang tidak pernah disetujui menjadi 20%.
Program yang paling banyak digulirkan oleh perusahaan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="announcement_post"><p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-259 alignleft" title="1000" src="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/03/1000-150x150.jpg" alt="1000" width="150" height="150" />CSR </strong>atau lebih sering disebut Corporate Social Responsibility semakin marak saat ini berbagai perusahaan berlomba-lomba membuat program CSR yang menarik. Banyak juga perusahaan yang komitmen membuat program CSR berbasis pendidikan. Banyak permasalahan memang dalam bidang pendidikan  di negeri ini mulai dari angaran APBNyang tidak pernah disetujui menjadi 20%.</p>
<p>Program yang paling banyak digulirkan oleh perusahaan itu biasanya pembangunan fasilitas pendidikan, program beasiswa bagi yang berprestasi. Itu berbicara mengenai perusahaan yang mempunyai dana yang besar untuk bisa memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan.</p>
<p>Apakah UKM dapat berperan dalam pendidikan? Insya Allah bisa mungkin tidak bias seperti perusahan besar membuat program. Mulai Bulan April 2010 <a href="http://dinaremas.net">Dinar Emas</a> membuat Program Seribu Untuk Pendidikan. Setiap Penjualan Dinar Emas Rp 1000 akan diinfaqkan untuk Pendidikan. Hasil dari infaq ini akan disalurkan melalui Yayasan Rumah Rakyat Indonesia Semesta <a href="http://www.endonesya.com/">(YRRIS)</a> yang mempunyai Program Beasiswa bagi anak SMP dan SMA yang ada di seputar Kecamatan Menteng Jakarta Pusat.</p>
<p>Memang program ini tidak sebesar CSR dari Perusahaan, namun sekecil apapun dari program ini akan bermanfaat bagi pendidikan di Negeri ini. Semoga UKM Peduli ini bisa bergulir di kalangan pebisnis sehingga akan memberikan kontribusi bagi pendidikan negeri ini. Dan Pendidikan di negeri ini akan bertambah maju lagi.</p>
<p>Selamat berinvestasi dan semoga berkah.<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://noconsensus.wordpress.com/2010/04/08/instrument-bias/'>Instrument <b>Bias</b> « the Air Vent</a></li>
<li><a href='http://khairulosman.myvnc.com/?p=2827'>EndNote style: Gaya <b>UKM</b> | Khairul&#39;s notes</a></li>
<li><a href='http://indo.nesiaku.com/streetwise-london-map-laminated-city-center-street-map-of-london-england/'>Streetwise London Map – Laminated City Center Street Map of London <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://indo.nesiaku.com/the-truck-suv-club-steering-wheel-lock-red/'>The Truck SUV Club Steering Wheel Lock – Red indonesia ku</a></li>
<li><a href='http://www.theawl.com/2010/04/media-bias-ruins-everything'>Media <b>Bias</b> Ruins Everything &#8211; The Awl</a></li>
<li><a href='http://www.rfcommunity.org/transmitter/wireless-antenna-3dbi-omni-6dbi-directional-rp-sma-an-tnc-conn/'>Wireless Antenna 3DBI Omni 6DBI Directional Rp-<b>sma</b> An Tnc Conn <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.infobeasiswa.net/archives/2010/04/07/endeavour-awards-2011-postgraduate-scholarship-by-australian-government/'>Endeavour Awards 2011 – Postgraduate Scholarship by Australian <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.cookatease.com/mulai-keerai-amaranth-puli-kuzhambu'><b>Mulai</b> Keerai (Amaranth) Puli Kuzhambu</a></li>
<li><a href='http://udarabebas.com/iptek/peredaran-alam-semesta/'>All About New Tips – Peredaran alam <b>semesta</b></a></li>
<li><a href='http://syanashwa.wordpress.com/2010/03/25/insyaallah/'><b>insyaAllah</b>.. « SyanasHwa&#39;s notes..</a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/berita/ukm-peduli-seribu-untuk-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahlan Wa Sahlan</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/ahlan-wa-sahlan/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/ahlan-wa-sahlan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 08:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Dinar Emas.net merupakan sebuah jaringan jual-beli Dinar Emas Islam, Dinar Emas ini merupakan suatu Instrumen Alat tukar yang tidak kenal dengan inflasi. Dinar Emas sebuah proteksi daya beli pemiliknya.
Selamat datang di Dunia Dinar Emas.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="announcement_post"><p>Dinar Emas.net merupakan sebuah jaringan jual-beli Dinar Emas Islam, Dinar Emas ini merupakan suatu Instrumen Alat tukar yang tidak kenal dengan inflasi. Dinar Emas sebuah proteksi daya beli pemiliknya.</p>
<p>Selamat datang di Dunia Dinar Emas.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/ahlan-wa-sahlan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sanering, Redenominasi dan Reorientasi Nilai</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/sanering-redenominasi-dan-reorientasi-nilai/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/sanering-redenominasi-dan-reorientasi-nilai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 06:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Redenominasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[Sanering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan Muhaimin Iqbal
Adalah konsekwensi logis dari mata uang yang terus mengalami inflasi akan bertambah terus nol-nya dari waktu ke waktu. Untuk Rupiah, tiga angka nol yang pernah dibuang dengan susah payah tahun 1965/1966  melalui apa yang dikenal dengan Sanering Rupiah , tiga angka nol tersebut 32 tahun kemudian kembali memenuhi angka uang kita bahkan kembalinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan Muhaimin Iqbal</p>
<p>Adalah konsekwensi logis dari mata uang yang terus mengalami inflasi akan bertambah terus nol-nya dari waktu ke waktu. Untuk Rupiah, tiga angka nol yang pernah dibuang dengan susah payah tahun 1965/1966  melalui apa yang dikenal dengan Sanering Rupiah , tiga angka nol tersebut 32 tahun kemudian kembali memenuhi angka uang kita bahkan kembalinya cenderung tidak cukup tiga angka nol, melainkan malah  menjadi empat atau bahkan lima angka nol. Mau bukti ?, lihat di dompet Anda – kemungkinan besar hanya uang dengan empat atau lima angka nol yang ada di dompet – karena yang nolnya hanya tiga kemungkinan sudah untuk bayar parkir,  masuk kencleng infaq atau diberikan ke <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=439:inflasi-dan-pak-ogah&amp;catid=36:investasi-&amp;Itemid=87">Pak Ogah&#8230;</a></p>
<p> Akibat dari bertambahnya angka nol terus menerus tersebut, secara berkala memang dibutuhkan otoritas yang berani mengambil keputusan untuk me-<em>reset</em> kembali agar angka-angka nol tersebut  kembali ke jumlah semula. Proses me-<em>reset</em> ini bisa melalui Sanering bila ekonomi lagi gonjang-ganjing, atau melalui proses Redenominasi bila ekonomi lagi stabil.  Yang pertama (Sanering) disertai penurunan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai, yang kedua (Redenominasi) hanya pencatatan beberapa angka nol-nya yang dihilangkan sedangkan daya beli masyarakat seharusnya tidak berubah.</p>
<p>Proses keduanya membuat panik, menyakitkan, membingungkan dan segala macam konsekwensinya – tetapi saya sendiri berpandangan justru harus dilakukan dengan berani dan cepat. Bila berlama-lama, justru akan membuat kebingungan dan ketidak pastian yang lama. Bila kita menutup mata, justru angka-angka nol yang bisa terus bertambah tersebut akan berlama-lama merepotkan dan menghantui kita semua.</p>
<p>Bila dilakukan dengan berani dan cepat; rasa sakit tersebut akan berlangsung cepat – namun setelah itu kita akan bersyukur telah melalui masa yang menyakitkan tersebut. Bayangkan bila tahun 1965 (diimplementasikan sampai 1966) pemerintah negeri ini tidak berani mengambil keputusan Sanering – Indonesia mungkin tidak akan pernah bisa membangun – dan bisa Anda bayangkan berapa angka nol uang kita sekarang ?.</p>
<p>Demikian pula bila otoritas sekarang tidak berani mengambil keputusan untuk meng-implementasikan proses Redenominasi ini; berapa angka nol uang kita pada saat Anak Anda yang baru lahir sekarang masuk perguruan tinggi delapan belas tahun yang akan datang ?. Jadi Redenominasi tetap harus dilakukan, tinggal masalahnya kapan dan siapa yang berani mengambil keputusan tidak popular tetapi perlu ini. Saya mengenal cukup baik (Pjs) Gubernur BI yang sekarang dan sungguh saya berharap beliau berani melakukannya, karena bila tidak maka yang terjadi adalah membiarkan hantu Redenominasi ini berlarut-larut ke pejabat berikutnya, kemudian pejabat berikutnya lagi dst.</p>
<p>Bila Redenominasi tidak dilakukan, ironi yang terjadi seperti yang kita alami sekarang akan terus berlanjut. Ironi karena rata-rata penduduk Indonesia secara harfiah dapat <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=450:jalan-yang-mendaki-lagi-sukar&amp;catid=34:enterpreneurship&amp;Itemid=86">disebut  ‘Jutawan’ (Millionaire) karena PDB Per kapita kita mencapai lebih dari Rp 24,000,000/ tahun</a>, tetapi rata-rata ‘Jutawan’ tersebut adalah orang miskin menurut standar Islam – karena nilai Rp 24,000,000,- ini hanya setara sekitar 16.50 Dinar atau tidak mencapai nisab zakat yang 20 Dinar.</p>
<p>Bila keputusan  Redenominasi benar-benar dilaksanakan, yang perlu dipersiapkan oleh masyarakat adalah proses Reorientasi nilai.  Mengapa proses ini perlu ?, berikut saya berikan ilustrasinya.</p>
<p>Saya pernah mendengar keluhan pelayan hotel di daerah wisata negeri ini yang dikunjungi banyak turis asing. Ketika mereka mengantarkan pesanan <em>room service</em>, sering diberi tips hanya Rp 1,000,- atau bahkan koin Rp 500,-.  Hal yang sama yang terjadi pada sopir taksi, para wisatawan asing tersebut tidak jarang yang menagih kembalian meskipun kembalian tersebut hanya Rp 1,000,- atau bahkan Rp 500,-.</p>
<p>Mengapa kesan pelitnya beberapa turis asing tersebut terjadi ?; inilah masalah Reorientasi nilai itu. Meskipun sebelum datang ke Indonesia mereka sudah pelajari angka-angka di uang kita ini dan konversinya ke nilai uang mereka; Orientasi nilai dibenak mereka masih tetap menyatakan bahwa angka 1,000 atau 500 adalah angka yang besar. Karena ketika  membayar tips dan menagih kembalian, otak mereka tidak selalu sempat mengkonversi nilai ke angka nilai yang benar – maka itulah yang terjadi, nilai tips hanya Rp 1,000 dan uang kembalian taksi secara recehan –pun diminta.</p>
<p>Ini pula yang akan terjadi pada proses Redenominasi, orientasi di otak kita telah terbiasa dengan angka-angka besar.  Ketika angka-angka tersebut berubah menjadi kecil, kita harus melatih otak kita untuk terbiasa dengan angka-angka yang menjadi kecil ini. Nampaknya mudah, tetapi karena ini harus terjadi secara massal bagi seluruh pengguna Rupiah – maka diperlukan sosialisasi yang efektif.</p>
<p>Apa dampaknya bila Reorientasi nilai tidak berjalan efektif ?, harga-harga bisa kacau. Misalnya si embok tukang bayem biasa menjual satu ikat bayemnya Rp 2,500,-. Dalam mata uang Rupiah baru angka tersebut seharusnya menjadi Rp 2.5,- tetapi dibenak si embok menyatakan bahwa angka Rp 2.5 ini terlalu kecil, maka dinaikanlah harga bayem dinaikkan menjadi Rp 3,-. Tanpa sadar Anda sebagai pembeli-pun meresponse angka Rp 3 tersebut dapat diterima karena lebih mudah membayarnya – dan terasa kecil oleh Anda. Maka apa yang terjadi sesungguhnya adalah inflasi 20% terhadap harga bayem.</p>
<p>Jadi baik produsen, pedagang mapun konsumen harus membiasakan kembali response otomatisnya yang akurat terhadap harga atau nilai barang-barang yang wajar – inilah Reorientasi yang saya maksud.</p>
<p>Disinilah sebenarnya keunggulan dan kebenaran Islam itu dapat terbukti dengan jelas. Kita tidak perlu kehilangan orientasi dalam hal apapun dan kapanpun – karena tuntunannya, arahannya, nilai-nilainya berlaku baku sepanjang zaman. Seperti sholat yang kita tidak perlu lagi bertanya menghadap kemana, tinggal kita tahu dimana kita berada dan dimana Ka’bah berada – maka seluruh umat sepakat kesitulah kita menghadap.</p>
<p>Demikian pula dalam hal nilai, kita bisa dengan mudah dan jelas dengan timbangan yang tidak pernah berubah untuk menimbang siapa yang kaya dan siapa yang miskin dengan nishab zakat yang 20 Dinar. Yang kaya wajib membayar zakat, yang miskin berhak menerima zakat – betapa kacaunya hak dan kewajiban ini seandainya nilai nishab tersebut perlu Sanering ataupun Redenominasi dari waktu kewaktu.</p>
<p>Maka saya-pun berandai-andai, Seandainya saja otoritas yang ada sekarang berani menggunakan satuan Dinar setidaknya sebagai <em>unit of account</em> atau timbangan yang adil – maka generasi-generasi yang akan datang dan gubernur-gubernur bank sentral yang akan datang sampai hari kiamat akan bersyukur – betapa mudahnya tugas mereka karena tidak harus lagi dari waktu ke waktu mengambil keputusan yang amat sangat sulit seperti Redenominasi Rupiah ini.</p>
<p>Sekali Dinar digunakan, nilai/daya belinya stabil – 1 Dinar satu kambing tetap sampai akhir zaman, maka tidak akan lagi pernah diperlukan Redenominasi atau bahkan Sanering. Bila ini terjadi maka Reorientasi juga tidak akan perlu dilakukan lagi. WaAllahu A’lam.<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://www.indonesiafirst.com/2009/05/5193/manohara-is-back/'>Manohara is Back, Manohara <b>Kembali</b>, Manohara lari, Manohara escape</a></li>
<li><a href='http://www.indonesiafirst.com/2009/10/6040/prospective-minister-abdul-muhaimin-iskandar/'>Prospective Minister : Abdul <b>Muhaimin</b> Iskandar, calon menteri</a></li>
<li><a href='http://theurbanwire.com/2010/08/04/classic-night-of-rock/'>The UrbanWire » Articles » Slash: Classic Night Of Rock</a></li>
<li><a href='http://theurbanwire.com/2010/08/03/singfest-2010-prepare-yourself-for-the-most-happening-festival/'>The UrbanWire » Articles » SINGfest 2010: Prepare yourself for the <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://theurbanwire.com/2010/07/27/the-boots-with-the-midas-touch/'>The UrbanWire » Articles » The Boots with the Midas Touch</a></li>
<li><a href='http://theurbanwire.com/2010/07/26/sting-symphonicities/'>The UrbanWire » Articles » Sting: Symphonicities</a></li>
<li><a href='http://marfudin.wordpress.com/2010/05/13/currency-converter-konverter-mata-uang/'>Currency converter Konverter <b>mata uang</b> « BG.fudin&#39;s Blog</a></li>
<li><a href='http://malaysiads.com/properties/sendayan-seremban-2-near-rawang-nilai-melacca-kl-seremban-negeri-sembilan-commercial-land/'>Sendayan, Seremban 2, Near Rawang, <b>Nilai</b>, Melacca, KL, Seremban <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://iaminvestor.wordpress.com/2010/06/28/geregetan-inflasi-n-resesi-musuh-1-bersama-280610/'>geregetan: <b>inflasi</b> n resesi MUSUH #1, bersama : 280610 « I Am Investor</a></li>
<li><a href='http://gadget-ads.com/jual-software-pulsa-vre-server-handal-murah-gratis-training-melayani-seluruh-indonesia-www-softwareserverpulsa-com-8/'>Jual software pulsa vre server handal murah gratis training <b>&#8230;</b></a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/sanering-redenominasi-dan-reorientasi-nilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembalinya Emas Secara Diam-Diam Kedalam System Keuangan Global</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/kembalinya-emas-secara-diam-diam-kedalam-system-keuangan-global/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/kembalinya-emas-secara-diam-diam-kedalam-system-keuangan-global/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 04:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Emas Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun secara formal  system keuangan global yang dikomandoi IMF masih melarang penggunaan emas  dalam salah satu Article of Agreement-nya yang mengikat pada  seluruh anggota IMF, namun rupanya secara diam-diam emas telah kembali  masuk kedalam system keuangan global yang dikelola oleh IMF sendiri.  Tepatnya melalui jalur Bank for International Settlement (BIS), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun secara formal  system keuangan global yang dikomandoi <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=232:future-world-currency-a-uang-yang-namanya-disebut-di-al-quran&amp;catid=35:dinar&amp;Itemid=84">IMF masih melarang penggunaan emas  dalam salah satu Article of Agreement-nya</a> yang mengikat pada  seluruh anggota IMF, namun rupanya secara diam-diam emas telah kembali  masuk kedalam system keuangan global yang dikelola oleh IMF sendiri.  Tepatnya melalui jalur <em>Bank for International Settlement</em> (BIS), yaitu  ‘bank’-nya bank-bank sentral dunia yang bermarkas di Basel –  Switzerland.</p>
<p>Adalah laporan BIS tutup  tahun buku 31/03/2010 yang di publikasikan akhir bulan lalu  (28/06/2010) yang pertama kalinya mengungkap masalah tersebut. Meskipun  ngumpet dalam catatan keterangan laporan keuangannya seperti yang saya  copy-kan dari laporan tahunan BIS 2010 dibawah (laporan detailnya dapat  Anda <em>download</em> sendiri dari situs resmi BIS dengan <a href="http://www.bis.org/publ/arpdf/ar2010e.htm">klik disini</a>) ,  realita ini mengundang berbagai pertanyaan besar  dan  spekulasi serius tentang masa depan system keuangan global.</p>
<p><a href="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/07/goldswap.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-342" title="goldswap" src="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/07/goldswap-300x281.jpg" alt="" width="300" height="281" /></a></p>
<p>Dibagian yang saya beri  tanda diatas, disitu dijelaskan bahwa <em>the Bank</em> (maksudnya BIS)  memegang 346 ton emas tahun buku terakhir ini (yang tahun sebelumnya  masih Nol !) terkait dengan operasi <em>Gold Swap</em> – dimana bank menukar <em>currencies</em> dengan emas fisik.  Pertanyaan besarnya adalah emas siapa ini ?.  Harian  ekonomi terkemuka <em>the Wall Street Journal</em> misalnya memberitahu  analis Kitco – bahwa <em> Gold Swap</em> tersebut dilakukan  antara BIS dengan bank swasta.</p>
<p>Justru  tambah mencurigakan karena dari data yang dimiliki Kitco (pemain emas  yang database-nya paling menjadi referensi dunia) tidak ada satu bank  swasta-pun di dunia yang didalam kekayaannya memiliki asset emas secara  fisik senilai 346 Ton tersebut (dengan harga emas sekarang kurang lebih  senilai US$ 13.5 Milyar !). Jumlah ini juga setara kurang lebih 4.7 kali  cadangan emas yang dimiliki bank sentral Indonesia.</p>
<p>Walhasil besar kemungkinan bahwa emas tersebut adalah milik  suatu negara atau beberapa negara yang mengalami kesulitan keuangan  serius sepanjang tahun buku 2009/2010. Kita tahu yang mengalami  kesulitan keuangan pada periode tersebut dengan berbagai tingkatannya  antara lain adalah Yunani, Portugal, Irlandia, Spanyol, Italy, Inggris  dan bahkan Amerika – maka boleh jadi emas di kantong BIS tersebut  berasal dari salah satu atau beberapa negara tersebut.</p>
<p>Lantas mengapa yang di <em>swap</em> bukan antar beberapa <em>currency</em> seperti pada umumnya,  tetapi kali ini suatu <em>currency</em> dengan emas ?. Disinilah proses  kembalinya emas dalam system keuangan global itu mulai; ketika satu atau  beberapa <em>currency </em>– alat tukar sesaat – dari suatu negara atau  beberapa negara tidak lagi bisa dipercayai – maka apa yang bisa disetor  oleh negara tersebut untuk ditukar dengan <em>currency</em> negara lain yang masih  bisa dipercayai ?, emas-lah jawabannya yang paling mudah , paling  praktis dan paling bisa dipercaya.</p>
<p>Karena  hal ini sudah terjadi pada tingkat BIS secara diam-diam; maka besar  kemungkinan ini akan juga bisa terjadi pada system keuangan ditingkat  bawahnya (dalam suatu negara) dan seterusnya.</p>
<p>Lantas mengapa pula hal-hal tersebut seolah dilakukan dengan  cara sembunyi-sembunyi di jaman yang serba transparan ini ?. Bisa  dibayangkan memang betapa dasyat-nya dampak dari tidak dipercayai-nya <em>currency</em> suatu negara – bagi  ekonomi negara tersebut – bila hal ini dilakukan secara terang-terangan.  Mata uang negara-negara tersebut bisa langsung jatuh seperti yang kita  alami tahun 1997/1998 atau bahkan lebih buruk lagi.</p>
<p>Jadi memang tidak terlalu penting bagi kita untuk tahu siapa  yang mata uangnya tidak lagi dipercayai oleh BIS tersebut diatas &#8211;  sehingga harus menyetorkan emasnya untuk ditukar <em>currency</em> lain yang dibutuhkan,   namun yang jelas kini kita telah mendapatkan lagi satu tambahan  bukti – bahwa mata uang yang sesungguhnya, yang paling bisa dipercayai  ketika yang lain tidak bisa dipercayai adalah mata uang yang berupa emas  ini. Wa Allahu A’lam.</p>
<p>Tulisan Muhaimin Iqbal<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'></ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/kembalinya-emas-secara-diam-diam-kedalam-system-keuangan-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila Dana Umat Bisa Digerakkan Secara Efektif</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/bila-dana-umat-bisa-digerakkan-secara-efektif/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/bila-dana-umat-bisa-digerakkan-secara-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 09:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kambing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Ketika  Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945,  Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda menjadi wilayah  Indonesia, termasuk bagian barat dari Pulau Papua. Namun demikian, pihak  Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi  Kerajaan Belanda. Mengapa Belanda ngotot dengan wilayah ini ?, ternyata  tidak masuk dalam buku-buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika  Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945,  Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda menjadi wilayah  Indonesia, termasuk bagian barat dari Pulau Papua. Namun demikian, pihak  Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi  Kerajaan Belanda. Mengapa Belanda ngotot dengan wilayah ini ?, ternyata  tidak masuk dalam buku-buku sejarah, bahwa sejak tahun 1936 sebenarnya  Belanda sudah tahu bahwa di wilayah tersebut terdapat salah satu  cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia.</p>
<p>Melalui ahli geologinya yang bernama  Jean-Jacques Dozy, temuan cadangan tersebut bahkan dilaporkan dan  diumumkan secara resmi pada tahun 1939 – enam tahun sebelum  Soekarno-Hatta memimpin negeri ini untuk pertama kalinya.</p>
<p>Setelah melewati berbagai pertempuran, akhirnya wilayah  barat Pulau Papua – yang kemudian kita kenal dengan Irian Barat dan  belakangan Irian Jaya &#8211; diserahkan ke Indonesia dalam perundingan  tanggal 15 Agustus 1962 di markas besar PBB – New York. Tangan-tangan  Amerika nampak jelas ikut terlibat dalam proses ini, lagi-lagi mengapa  ?.  Kembali ke alasan semula yang kurang lebih sama dengan  alasan Belanda mempertahankan wilayah tersebut – yaitu adanya cadangan  tembaga dan emas nan sangat besar tersebut.</p>
<p>Tidak heran kemudian yang berhasil mengolah kekayaan alam  tersebut hingga kini adalah salah satu perusahaan yang paling profitable  di dunia asal Amerika yang bernama Freeport McMoran. Di situs resmi  perusahaan inipun mereka mengakui bahwa “<em>Our Grasberg mining complex  is one of the world’s largest single producers of both copper and gold,  and contains the largest recoverable reserves of copper and the largest  single gold reserve in the world&#8230;”.</em></p>
<p>Seandainya toh, penyerahan Irian Barat ke tangan Indonesia  saat itu tidak diembel-embeli dengan <em>deal </em>apapun – untuk  penyerahan pengolahan cadangan tembaga dan emas ini ke mereka misalnya –  mampukah Indonesia mengolah sumber daya ini sendirian di kala itu ?.  Mungkin tidak juga, karena ukuran dana yang dibutuhkan untuk membuat  jalan-jalan di puncak gunung, menerobos gunung dan berbagai pekerjaan  raksasa lainnya – kemungkinan besarnya tidak mampu didanai negeri ini  sendiri saat itu. Apa lagi perlu diingat tahun 60-an Indonesia lagi  miskin-miskinnya dengan cadangan emas kita di <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=422:aurum-et-argentum-comparenda-sunt&amp;catid=39:ekonomi-makro&amp;Itemid=88">BI  sempat tinggal 1.5 ton</a>.</p>
<p>Di sinilah kapitalisme  mulai masuk ‘mengolah’ hampir seluruh sumber-sumber kekayaan penting  negeri ini. Tembaga, emas, nikel, minyak, gas, panas bumi&#8230;dan entah  kekayaan apalagi yang kita tidak mampu mendanai pengelolaannya sendiri.  Karena mereka – investor asing &#8211; yang mendanainya, maka mereka pula yang  paling menikmati keuntungan terbesarnya.</p>
<p>Belakangan memang ada segelintir pengusaha Indonesia yang  juga ikut mendanai project-project raksasa ini, lagi-lagi hanya  segelintir ini pula yang akhirnya ikut menikmati. Mayoritas rakyat tetap  tidak bisa ikut menikmati kekayaan negeri ini.</p>
<p>Lantas apa solusinya secara syariah agar kita bisa mengatasi  masalah kebutuhan kapital untuk mendanai proyek-proyek raksasa ini ?.  Islam tidak mendorong harta terpusat pada segelintir orang yang sangat  kaya, meskipun keberadaan orang yang sangat kaya ini juga tidak dilarang  di Islam – bahkan salah satu sahabat yang dijamin masuk surga adalah  orang terkaya di jamannya yaitu Abdul Rahman Bin ‘Auf.</p>
<p>Namun karena kita kesulitan mencari figure seperti Abdul  Rahman Bin ‘Auf di jaman ini – yaitu figure konglomerat yang  mendedikasikan hartanya untuk perjuangan umat, maka sebenarnya ada jalan  bagi orang-orang kecil seperti kita-kita untuk terlibat dalam investasi  raksasa nan Islami untuk kepentingan umat ini.</p>
<p>Bila tambang-tambang tembaga, emas, minyak, gas, panas bumi  dan lain sebagainya sudah terlanjur dikuasai kapital-kapital raksasa  dunia; bukankah masih berjibun kekayaan negeri ini yang belum terolah  dengan baik – yang masih menjadi peluang kita bila kita mau !. Negeri  yang terkaya di dunia dari segi keanekaragaman hayati – <em>bio  diversity</em> &#8211; ini , memiliki sumber kekayaan laut yang luar biasa,  kekayaan hutan, sumber bahan pangan <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=373:planet-jamur-lets-do-it-together&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">dari  jamur yang subhanallah</a> efisiennya, curah hujan yang tidak  habis-habisnya untuk membangun industri pertanian, peternakan dan lain  sebagainya. Inilah <em>green investment</em> yang akan menjadi  unggulan investasi masa depan – yang kesempatannya masih ada di kita.</p>
<p>Lantas bagaimana umat ini bisa sebanyak  mungkin terlibat dalam pengelolaan kekayaan negeri ini – yang seharusnya  kelak juga ikut menikmatinya ?. Di Indonesia pola kerja bareng sdcara  syariah ini sebenarnya sudah banyak formatnya yang sudah dikaji dan  difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Salah satunya adalah  dengan pola <em>Mudharabah</em>; yang punya keahlian bertindak sebagai <em>Mudharib</em>, yang punya dana  bertindak sebagai Shahibul Mal. Mudharib bisa berupa sekelompok orang  yang ahli dibidangnya  &#8211; misalnya ahli kelautan untuk  mengelola kekayaan laut, ahli peternakan untuk mengelola industri  perkambingan dan sebagainya.  Untuk <em>Mudharib </em>insyaallah tidak  masalah, begitu banyak perguruan tinggi bagus yang menghasilkan tenaga  kerja yang mumpuni dibidangnya di negeri ini.</p>
<p>Yang jadi pertanyaan adalah lantas siapa yang akan menjadi <em>Shahibul  Mal</em>-nya  untuk proyek-proyek raksasa ini ?, bila <em>Shahibul Mal</em>-nya hanya segelintir  konglomerat lagi – maka proses penyebaran kemakmuran akan terhambat.  Yang seharusnya bisa menjadi <em>Shahibul Mal</em> adalah kita semua yang  dengan sedikit uang  untuk tabungan masa depan dan sekolah anak kita,  sedikit uang untuk biaya kesehatan hari tua kita,  sedikit dana pensiun  dlsb. bisa ikut terlibat langsung dalam investasi di sektor-sektor riil  yang memiliki potensi luas di negeri ini.</p>
<p>Ada  setidaknya tiga pintu formal dimana kita bisa menggerakkan dana  masyarakat secara besar-besaran untuk investasi di negeri ini. Pertama  bisa melalui pintu pasar modal, namun karena pasar modal ini rentan  dengan permainan spekulasi pemain besar dan rentan terhadap aliran <em>hot  money</em> – maka investor-investor kecil mudah menjadi korban, sehingga  pengumpulan dana masyarakat secara luas yang melibatkan investor kecil  di negeri ini nampaknya belum akan optimal bila hendak dilakukan di  pasar modal.</p>
<p>Kedua melalui  koperasi-koperasi (belakangan termasuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah  atau BMT) yang diusung sebagai soko guru perekonomian Indonesia oleh  para pendiri negeri ini, tetapi belum kita jumpai koperasi-koperasi yang  memiliki jaringan luas – yang dapat menggerakkan dana masyarakat secara  besar-besaran. Mungkin ini juga dampak pembatasan yang dilakukan oleh  para pembuat undang-undang di negeri ini – yang membatasi koperasi hanya  boleh mengumpulkan dana dari anggotanya, calon anggota dan anggota  koperasi lain yang ada kerjasama dengannya. Walhasil pengumpulan dana  masyarakat lewat koperasi juga akan banyak menemui kendala.</p>
<p>Yang ketiga adalah melalui dunia perbankan. Terlepas dari  adanya kritik-kritik yang menyatakan belum syar’i-nya bank syariah  sekalipun, mau tidak mau kita di jaman ini sudah menggunakan jasa  perbankan untuk berbagai kemudahan, untuk transfer dana, pembayaran  transaksi, penyimpanan uang dlsb. Menurut saya sendiri, mulai  menggunakan yang sudah mengarah ke syar’i (meskipun seandainya belum  sepenuhnya) masih lebih baik daripada menggunakan yang sama sekali tidak  peduli dengan syariah.</p>
<p>Produk-produk perbankan  berupa tabungan atau deposito dan sejenisnya, pada umumnya sudah  berfungsi sebagai pengumpulan dana masyarakat – jadi mereka, dunia  perbankan sudah sangat terbiasa dengan kegiatan pengumpulan dana  masyarakat secara luas ini.  Hanya saja penggunaan produk  tabungan atau produk deposito yang standar, tidak membuat penabung atau <em>shahibul  mal</em> tahu persis – digunakan untuk mendanai proyek-proyek apa dana mereka  ini. Karena alasan inilah maka ada sebagian ulama yang menganggap aqad <em>Mudharabah  Mutlaqah</em> yang digunakan untuk produk-produk tersebut tidak atau  kurang syar’i.</p>
<p>Namun ada satu produk  perbankan syariah yang menurut saya pribadi akan sepenuhnya sesuai  dengan syariah karena pihak <em>Shahibul Mal</em> akan tahu persis  dananya digunakan untuk apa, risiko investasi dan harapan hasilnya  seperti apa, dan siapa pengelola usaha (mudharib) yang sesungguhnya –  produk ini adalah apa yang disebut <em>Mudharabah Muqayyadah. </em>Produk inilah yang  nantinya insyallah bisa menjadi pembeda yang nyata, dan dapat  mengunggulkan bank-bank syariah dibanding bank konvensional yang ribawi.</p>
<p>Berikut saya gunakan contoh produk  perbankan dengan aqad <em>Mudharabah Muqayyadah</em> sebagai ilustrasi  bagaimana nantinya insyaallah kami akan dapat  mengakomodasi  keinginan  <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=426:pasar-30-60-dan-160-juta-orang-siapa-yang-menggarap&amp;catid=34:enterpreneurship&amp;Itemid=86">1757  calon investor yang sudah berminat investasi</a> di projek pembangunan <a href="http://www.kambingonline.com/">industri kambing Indonesia</a>.</p>
<p>Bila investasi  tersebut langsung ke <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=386:dinar-untuk-transaksi-modal-bagaimana-lapangan-kerja-dan-kemakmuran-tercipta&amp;catid=34:enterpreneurship&amp;Itemid=86">Indolaban</a> pengelola project industri perkambingan ini , banyak masalah perlu  diantisipasi. Pertama benturan dengan peraturan pasar modal dan  perbankan, kedua adalah system kerjasama <em>one</em> (mudharib) <em>to many</em> (shahibul mal) yang  tentu tidak mudah untuk dirumuskan dan ketiga adalah pekerjaan  administrative yang luar biasa banyaknya  untuk mengatur  kapan dana disetor, kapan dana boleh ditarik, bagaimana bagi hasil  dihitung dan kapan didistribusikan dlsb-dlsb.</p>
<p>Karena problem  tersebutlah, maka minat para investor tersebut selama ini belum kami  akomodasi. Saat ini kami sedang intensif membicarakan dengan salah satu  bank syariah kenamaan untuk pilot project pendanaan melalui mekanisme  yang syar’i berbasis aqad <em>Mudharabah Muqayyadah</em> ini.</p>
<p>Bila  skema ini bisa disepakati dan dijalankan nantinya, maka investasi  seperti di industri perkambingan ini akan semudah Anda membuka deposito  dan tabungan di bank syariah. Selain Anda bisa melakukannya dari  cabang-cabang bank tersebut, Anda akan merasa nyaman dan aman karena  dari bank tersebut Anda akan menerima semacam sertifikat deposito – yang  saya sebut saja Sertifikat <em>Mudharabah Muqayyadah</em>.  Bedanya dengan sertifikat deposito atau tabungan pada umumnya;  Sertifikat <em>Mudharabah Muqayyadah</em> ini akan  menyebutkan untuk diinvestasikan kemana dana Anda tersebut dan siapa  yang akan bertindak sebagai pengelola usahanya-nya (Mudharib).</p>
<p>Sebagai  investor Anda akan lebih aman, karena ada pihak bank syariah yang  dengan keahliannya insyallah mampu melakukan penilaian kelayakan  investasi yang dikelola <em>Mudharib </em>dengan  sebaik-baiknya, bank pula yang akan mengurusi pekerjaan administratifnya  bila dana Anda jatuh tempo untuk dicairkan atau bagi hasil waktunya  diterima dlsb.</p>
<p>Bagi bank syariah ini peluang besar sekali  karena mereka akan dapat menggerakkan dana masyarakat dalam skala besar  untuk memfasilitasi pembiayaan projek-project raksasa dengan cara yang  tidak dimiliki oleh bank konvensional – inilah keunggulan syariah.</p>
<p>Bagi  pengelola usaha, selain ini cara yang aman untuk meraih pembiayaan dari  dana masyarakat dalam skala luas yang sesuai syariah dan tidak  berbenturan dengan hukum positif negeri ini – karena menggunakan <em>legal  framework</em> yang syah dari dunia perbankan –  juga dapat memperoleh manfaat dari jaringan cabang-cabang perbankan dan  akses terhadap system administrasinya yang rata-rata mumpuni untuk  pekerjaan semacam ini.</p>
<p>Dengan pola pembiayaan yang menguntungkan semua  pihak ini, sungguh kita bisa berharap bahwa nantinya sumber-sumber  kekayaan negeri ini dapat dikelola oleh <em>Mudahrib-Mudharib</em> dari para professional umat ini sendiri, dan didanai oleh umat secara  luas sehingga tidak terjadi penumpukan kapital dan kemakmuran di  golongan tertentu saja – <em>kaila yakuuna duulatam bainal agniyaa i  minkum – “agar harta itu jangan hanya berputar pada golongan yang kaya  diantara kamu&#8230;”</em> (QS 59 ; 7)</p>
<p>Bisa jadi masih  agak panjang jalannya sebelum produk semacam ini bener-bener siap,  tetapi kini harapan itu besar sekali. Bagi yang berminat baik untuk  menjadi calon <em>Mudharib</em> maupun calon <em>Shahibul  Mal</em> &#8211; silahkan mulai bergabung di  facebook group susukambing – insyallah dalam waktu dekat akan ada <em>gathering</em> untuk <em>vision sharing</em> bersama antara  Indolaban, Bank Syariah yang akan mensupport project ini, dan para  peminat. Semoga Allah memudahkan kita pada jalan amal yang diridloiNya.  Amin.<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://pelayaran.net/sejarah/kri-pasopati-kapal-selam-operasi-pembebasan-irian-barat/'>KRI Pasopati &#8211; Kapal Selam Operasi Pembebasan <b>Irian Barat</b> | Pelayaran</a></li>
<li><a href='http://informasi-seminar.com/manajemen-sumber-daya-manusia-secara-utuh-selaras-2/'>MANAJEMEN <b>SUMBER DAYA</b> MANUSIA SECARA UTUH &amp; SELARAS | Informasi <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.tweetleaks.com/strong-quake-hits-off-indonesias-irian-jaya-reuters/'>Strong quake hits off Indonesia&#39;s <b>Irian Jaya</b> – Reuters</a></li>
<li><a href='http://www.thenutgraph.com/ke-arah-perundingan-dan-persefahaman/'>Ke arah “<b>perundingan</b> dan persefahaman” | The Nut Graph</a></li>
<li><a href='http://www.nendoroiz.com/news/strong-earthquake-hits-irian-jaya-indonesia/'>Strong earthquake hits <b>Irian Jaya</b>, Indonesia</a></li>
<li><a href='http://www.mboka.net/2010/05/14/pt-hitss-sumber-daya-nusantara-konsultan-account-manager/'>PT Hitss <b>Sumber Daya</b> Nusantara Konsultan – Account Manager</a></li>
<li><a href='http://www.dailymarkets.com/stocks/2010/06/14/why-freeport-mcmoran-copper-gold-stock-could-see-50-upside/'>Why <b>Freeport McMoRan</b> Copper &amp; Gold Stock Could See 50% Upside <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://ulum.blog.com/hukum-dan-konstitusi/623.html'>Kedudukan Hukum Naskah Proklamasi <b>17 Agustus 1945</b> | Muhammad <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://pacificeyewitness.com/2010/06/16/7-3-earthquake-irian-jaya-region-indonesia/'>7.3 Earthquake <b>Irian Jaya</b> Region Indonesia | PacificEyeWitness.com</a></li>
<li><a href='http://news.hindia.in/2010/06/thirukkural-isaithamizh-a-musical-compilation-of-330-couplets-from-tirukkural/'>Thirukkural Isaithamizh a musical compilation of 330 couplets from <b>&#8230;</b></a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/bila-dana-umat-bisa-digerakkan-secara-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Be Ready : Rupiah Melemah di 2011</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/be-ready-rupiah-melemah-di-2011/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/be-ready-rupiah-melemah-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 23:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah melemah]]></category>
		<category><![CDATA[selamatakan Asset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan Muhaimin Iqbal
Dalam rapat kerjanya dengan DPR kemarin (02/06/2010), pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa ada kecenderungan Rupiah melemah di tahun depan. Diprediksi oleh BI, Rupiah akan berada di kisaran Rp 9.200 – Rp 9.600 per US$. Apa artinya ini pada asset dan hasil kerja kita semua ?.
Kalau asset kita dan penghasilan kita hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan Muhaimin Iqbal</p>
<p>Dalam rapat kerjanya dengan DPR kemarin (02/06/2010), pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa ada kecenderungan Rupiah melemah di tahun depan. Diprediksi oleh BI, Rupiah akan berada di kisaran Rp 9.200 – Rp 9.600 per US$. Apa artinya ini pada asset dan hasil kerja kita semua ?.</p>
<p>Kalau asset kita dan penghasilan kita hanya tumbuh di kisaran 5 % per tahun, maka ini berarti melemahnya Rupiah tahun depan akan menghabiskan hampir keseluruhan pertumbuhan asset atau penghasilan kita.</p>
<p>Jadi dalam hal asset kita harus mengelolanya sedemikian rupa sehingga harus tumbuh diatas angka pelemahan Rupiah yang akan berkisar pada angka 5% tersebut diatas. Demikian pula dalam hal penghasilan, kita harus bekerja keras sehingga penghasilan kita bisa tumbuh diatas angka tersebut untuk sekedar mampu mempertahankan kesejahteraan yang ada.</p>
<p>Selain investasi sektor riil yang selalu kita dorong di situs ini, emas atau Dinar masih tetap akan menjadi proteksi unggulan untuk mempertahankan nilai asset tersebut diatas. Berdasarkan statistik pertumbuhan harga emas 10 tahun terakhir yang saya sajikan ulang dari tulisan saya kemarin,  perhatikan garis titik-titik yang di generated dari rata-rata pertumbuhan bulanan selama 10 tahun terakhir pada grafik dibawah.</p>
<p><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /><a href="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/06/gold2010.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-330" title="gold2010" src="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/06/gold2010-300x208.jpg" alt="" width="300" height="208" /></a></p>
<p>pertumbuhan harga emas mengikuti konsistensi statistik, maka akhir tahun ini harga emas dalam US$ insyaAllah sudah akan menembus angka US$ 1,300. Bila hal yang terburuk sekalipun dari prediksi BI tersebut yang terjadi, yaitu Rupiah berada pada angka Rp 9,600/US$ &#8211; maka harga Dinar sudah akan berada di atas Rp 1.7 juta/Dinar. Artinya ketika Rupiah melemah di sekitar angka 5 %, emas atau Dinar menguat sampai sekitar 9.7 % &#8211; lebih dari cukup untuk meng &#8211; offset pelemahan Rupiah.</p>
<p>Bagimana kalau yang terjadi sebaliknya yaitu Rupiah ternyata seperkasa sekarang atau tidak mengalami pelemahan ?; dengan asumsi Rupiah pada angka sekarang, sekali lagi bila kinerja harga emas dunia mengikuti trend sepuluh tahun terakhir – maka harga emas/Dinar dalam Rupiah insyaAllah masih akan tumbuh sekitar 6 % dari posisinya sekarang.</p>
<p>Prediksi BI bisa juga keliru, demikian pula prediksi saya. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu, Wa Allahu A’lam.<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://www.ranjish.com/ghazal-shayari/kabhi-saya-hai-kabhi-dhoop-muqaddar-mera.html'>kabhi <b>saya</b> hai kabhi dhoop muqaddar mera &#8211; Shayari</a></li>
<li><a href='http://www.arterimalaysia.com/2010/05/31/titik-merah-jambu/'><b>Titik</b> Merah Jambu @ Arteri</a></li>
<li><a href='http://flipfakes.wordpress.com/2010/03/17/malaki-ang-titik-o/'>Malaki Ang <b>Titik</b> O « Flip Fakes</a></li>
<li><a href='http://z-chan.com/2010/06/saya-no-uta-my-first-vn/'>Zetsubou Channel » <b>Saya</b> no Uta: My First VN</a></li>
<li><a href='http://www.seslimuzik.com/miss-tiky-icimden-akan-yaslar.html'>miss tiky içimden <b>akan</b> ya?lar | SesliChat,SesliSohbet,Sesli Chat <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.mixtogetherandfriends.org/news/congratulations-rupa-huq/'>MixTogether &amp; Friends » Congratulations to <b>Rupa</b> Huq – Deputy <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.ieumart.com/gold-price-today-is-still-down.html'>Gold Price Rate Today &gt;&gt; <b>Harga Emas</b> Per Gram 11 Mei 2009 <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.edebiyaturkce.gen.tr/akan-su-yosun-pislik-tutmaz/'><b>Akan</b> su yosun (pislik) tutmaz. <b>Akan</b> su yosun (pislik) tutmaz <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://urdustoriesonline.wordpress.com/2010/05/04/tum-meri-zeesat-ka-hasil-ho-by-iqra-sageer-ahmed/'>Tum Meri Zeesat Ka <b>Hasil</b> Ho By Iqra Sageer Ahmed « Free Urdu <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://ruparajgo.amplify.com/2010/06/07/t-bite-what-is-html5/'>T-Bite: What is HTML5?</a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/be-ready-rupiah-melemah-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kinerja Emas/Dinar Dalam Dasawarsa Terakhir</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/kinerja-emasdinar-dalam-dasawarsa-terakhir/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/kinerja-emasdinar-dalam-dasawarsa-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 12:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan Muhaimin Iqbal
Bagi kita yang tumbuh di zaman ini, kalau mendengar istilah investasi – maka yang terbayang adalah saham, reksadana, deposito, asuransi, sukuk dlsb. Orang tua kita dahulu kebanyakan tidak mengenal istilah investasi, tetapi mereka mengenal tabungan. Tabungan yang mereka kenal juga agak berbeda dengan kita sekarang. Mereka lebih familiar dengan sawah, ternak, kebun dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan Muhaimin Iqbal</p>
<p>Bagi kita yang tumbuh di zaman ini, kalau mendengar istilah investasi – maka yang terbayang adalah saham, reksadana, deposito, asuransi, sukuk dlsb. Orang tua kita dahulu kebanyakan tidak mengenal istilah investasi, tetapi mereka mengenal tabungan. Tabungan yang mereka kenal juga agak berbeda dengan kita sekarang. Mereka lebih familiar dengan sawah, ternak, kebun dan yang juga secara luas dikenal adalah emas.</p>
<p>Bagi Anda yang mengikuti pola investasi atau tabungan dari orang tua Anda lebih awal – pasti Anda sekarang dapat menikmati manfaatnya. Ternyata pola investasi atau tabungan mereka khususnya pada emas  – sangat menjanjikan hasilnya hingga kini.</p>
<p>Di situs ini tersaji secara <em>real time</em> kinerja emas dalam satu dasawarsa (10 tahun), yang per pagi ini menunjukkan angka pertumbuhan  sekitar 421 %. Artinya uang yang Anda tanamkan di emas sepuluh tahun lalu, kini nilainya telah menjadi lebih dari 5.21 kali-nya.</p>
<div id="attachment_325" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/06/invisible.jpg"><img class="size-medium wp-image-325" title="Grafik Pertumbuhan Emas dalam 10 Tahun" src="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/06/invisible-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a><p class="wp-caption-text">Grafik Pertumbuhan Emas dalam 10 Tahun</p></div>
<p>Secara lebih detil kenaikan harga emas atau Dinar ini dapat Anda lihat pada grafik dibawah. Nampak jelas dari grafik tersebut bahwa tahun demi tahun, harga emas terus meningkat. Pada umumnya terendah tahun ini, masih lebih tinggi dari terendah tahun sebelumnya – begitu seterusnya sehingga grafik untuk masing-masing tahun akan terus bergerak keatas.</p>
<p>Invisible Increase on Gold Price</p>
<p>Grafik tersebut dapat menjawab pertanyaan yang paling banyak disampaikan ke kami, yaitu kapan waktu terbaik membeli emas/Dinar ?. Jawabannya jelas, bila emas/Dinar digunakan untuk tabungan jangka panjang seperti persiapan biaya sekolah anak, persiapan pergi haji, persiapan beli rumah, dana pensiun dlsb.; maka membeli kapan-pun tidak masalah – tetapi lebih cepat lebih baik.</p>
<p>Apakah gerakan keatas 10 tahun terakhir akan berulang pada 10 tahun mendatang ?, secara statistik paling tidak saya tidak melihat arah sebaliknya akan terjadi. Seluruh faktor fundamental ekonomi dunia, cenderung mendorong dunia kearah inflasi – jadi dorongan keatas ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Wa Allahu A’lam.<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://www.solopos.com/2010/boyolali/pemkab-pastikan-penyaluran-dana-pugar-rumah-tepat-sasaran-23133'>Pemkab pastikan penyaluran <b>dana</b> pugar <b>rumah</b> tepat sasaran</a></li>
<li><a href='http://www.ieumart.com/gold-price-today-is-still-down.html'>Gold Price Rate Today &gt;&gt; <b>Harga Emas</b> Per Gram 11 Mei 2009 <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://wallstreetandmain.com/blog/2010/06/08/gold-price-hits-new-record-as-it-breaks-through-1250/'><b>Gold price</b> hits new record as it breaks through $1250 | Wall <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://theurbanwire.com/2010/06/02/world-cup-wavinflag/'>The UrbanWire » Articles » Time for Africa to keep Wavin&#39; their Flag?</a></li>
<li><a href='http://networkadonline.com/2010/05/15/investasi-mudahringan-gratis-tis-3/'><b>INVESTASI</b> MUDAH,RINGAN…GRATIS..TIS..</a></li>
<li><a href='http://jutawanemas.com/v1/forum/soal-jawab-mengenai-pelaburan-emas/apple-iphone-3gs-32gb-200usd-2/'>Apple iPhone 3GS 32GB- $200usd | Soal jawab mengenai pelaburan <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://indosurya.net/2010/05/english-report-weekly-may-24th-2010/'>English Report Weekly: May 24th 2010</a></li>
<li><a href='http://indosurya.net/2010/06/nab-reksadana-indosurya/'>NAB <b>REKSADANA</b> INDOSURYA</a></li>
<li><a href='http://iklanfacebook.com/tabungan-dollar-gratis'><b>Tabungan</b> Dollar Gratis</a></li>
<li><a href='http://iklanfacebook.com/cara-beli-rumah-tanpa-uang-muka-3'>CARA <b>BELI RUMAH</b> TANPA UANG MUKA ?</a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/kinerja-emasdinar-dalam-dasawarsa-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinar Bisa jadi Produk Alternatif</title>
		<link>http://dinaremas.net/berita/dinar-bisa-jadi-produk-alternatif/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/berita/dinar-bisa-jadi-produk-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 01:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Adiwarman]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Produk Alternatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Republika Online
JAKARTA &#8211; Emas menjadi salah satu investasi menjanjikan dengan nilainya yang stabil. Investasi dalam dinar pun kini menjadi salah satu pilihan. Menurut Direktur Utama Karim Business Consulting, Adiwarman A Karim, dinar dapat menjadi salah satu diversifikasi produk perbankan syariah Indonesia. Namun, tambah dia, masih diperlukan sejumlah persiapan untuk dapat menerapkan produk tersebut.
&#8221;Bagi bank syariah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koran.republika.co.id/koran/16/107761/Dinar_Bisa_Jadi_Produk_Alternatif ">Republika Online</a></p>
<p>JAKARTA &#8211; Emas menjadi salah satu investasi menjanjikan dengan nilainya yang stabil. Investasi dalam dinar pun kini menjadi salah satu pilihan. Menurut Direktur Utama Karim Business Consulting, Adiwarman A Karim, dinar dapat menjadi salah satu diversifikasi produk perbankan syariah Indonesia. Namun, tambah dia, masih diperlukan sejumlah persiapan untuk dapat menerapkan produk tersebut.</p>
<p>&#8221;Bagi bank syariah bisa mengembangkan produk yang namanya deposito dinar. Produk ini memang belum jalan karena definisi (bank) di BI kan penghimpunan dana masyarakat, bukan penghimpunan emas. Dari segi definisi kita sedang mencari jalannya,&#8221; kata Adiwarman disela seminar Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tengah Krisis Ekonomi Global, Sabtu (3/4).</p>
<p>Ia menambahkan untuk investasi dinar saat ini masyarakat membeli dan menempatkan investasi dinar emas seperti di Gerai Dinar. Saat ini, ujar Adiwarman, arah investasi emas di perbankan syariah sudah mulai mengarah seperti investasi dinar emas.</p>
<p>&#8221;Perlahan-lahan kita akan ke sana. Fatwanya juga yang sebentar lagi keluar adalah murabahah emas, jadi orang beli emas dengan cicilan di bank dan emasnya ditaruh di bank,&#8221; ujar Adiwarman yang juga anggota DSN-MUI ini. Pembahasan fatwa tersebut, lanjutnya, telah mencapai tahap akhir dan diharapkan bulan ini bisa keluar.</p>
<p>Kini emas baru menjadi salah satu komoditi di produk gadai emas di bank syariah. Adiwarman mengakui saat ini gadai emas menjadi salah satu produk yang sedang booming di perbankan syariah. Produk ini cukup aman bagi bank dan juga menguntungkan bagi nasabah.</p>
<p>&#8221;Perbankan syariah saat ini sedang ramai di gadai syariah karena bisnis ini punya tiga keuntungan, yaitu profitabilitas tinggi, margin tebal karena masyarakat kecil mau bayar mahal. Kedua, bagi bank aman karena ini ibarat seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), tapi kalau KTA tidak ada jaminan, ini ada jaminan dan likuid. Ketiga, tidak ada Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif,&#8221; kata Adiwarman. yogie respati, ed: yeyen rostiyani<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://ninja250r.wordpress.com/2010/05/07/ngaji-di-blog-udah-nyoba-investasi-di-emas/'>Ngaji Di Blog . . . Udah Nyoba Investasi di Emas? « Taufik <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://jutawanemas.com/v1/pelaburan-emas/kuwait-finance-house-malaysia-kfh-gold-account-i/'>Pelaburan Emas Melalui Kuwait Finance House Malaysia (KFH Gold <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2010/05/15/resiko-gadai-di-bank-syariah-beda-dengan-pegadaian/'>Resiko Gadai di Bank syariah beda dengan pegadaian | Blog <b>&#8230;</b></a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/berita/dinar-bisa-jadi-produk-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan Waktu Beli Dinar?</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/kapan-waktu-beli-dinar/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/kapan-waktu-beli-dinar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 00:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Beli Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang paling banyak ditanyakan oleh pembaca situs ini ke saya adalah pertanyaan seputar kapan waktu terbaik untuk membeli Dinar/Emas dan kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Tulisan ini untuk memberi jawaban secara umum, agar jumlah e-mail yang saya harus jawab menurun.
Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/05/oecd.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-318" title="grafik" src="http://dinaremas.net/wp-content/uploads/2010/05/oecd-300x281.jpg" alt="" width="300" height="281" /></a>Hal yang paling banyak ditanyakan oleh pembaca situs ini ke saya adalah pertanyaan seputar kapan waktu terbaik untuk membeli Dinar/Emas dan kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Tulisan ini untuk memberi jawaban secara umum, agar jumlah e-mail yang saya harus jawab menurun.</p>
<p>Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa sekolah sampai tuntas, agar ketika tua kita tidak menjadi beban orang lain, agar asset yang merupakan hasil jerih payah kita tidak terus menurun nilainya dari waktu – ke waktu; maka membeli emas untuk tujuan ini dapat dilakukan kapan saja.</p>
<p>Dalam rentang waktu jangka menengah/panjang, tidak ada istilah ketinggian untuk harga emas atau Dinar. Ketika harga Dinar pertama kali menyentuh nilai Rp 1,000,000/Dinar (emas di kisaran Rp 237,000/gram)  sekitar dua setengah tahun lalu – tepatnya tanggal 27 Oktober 2007; saat itu banyak yang berpendapat harga Dinar sudah ketinggian – lalu sementara permintaan Dinar menurun.</p>
<p>Ironinya ketika 13 bulan kemudian (27/11/2008)  harga Dinar menyentuh angka Rp 1,400,000/Dinar ( emas di kisaran Rp 325,000/gram), permintaan Dinar justru mencapai titik tertingginya. Kemudian 3 bulan berikutnya lagi (19/02/2009) ketika angka menyentuh Rp 1,600,000/ Dinar ( emas di kisaran Rp 373,000/gram), kembali permintaan Dinar mencapai titik tertinggi berikutnya.</p>
<p>Dari fakta-fakta diatas, Anda akan mudah memahami bahwa bila Anda menabung untuk tujuan proteksi nilai atau membangun ketahanan ekonomi  dalam jangka panjang – maka tidak ada waktu yang salah untuk memindahkan asset Anda dari Asset yang berpeluang mengalami <em>debasement</em> (penurunan nilai) yaitu uang kertas ke asset yang terbukti memiliki daya beli stabil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar.</p>
<p>Apakah trend yang terjadi seperti yang ditunjukkan oleh angka-angka tersebut diatas akan terus berlangsung ?, dan harga emas/Dinar yang  sekarang dianggap sudah benar-benar ketinggian oleh sebagian orang – akhirnya akan turun juga ?.</p>
<p>Dalam jangka pendek iya, bisa jadi harga emas/Dinar akan turun. Namun sekali lagi dalam jangka panjangnya – lebih banyak faktor fundamental yang mendorongnya naik ketimbang turun. Salah satu faktor yang sangat dominan adalah realitas bahwa uang kertas dunia saat ini dibangun dengan hutang – ketika hutang menumpuk dan tidak ada lagi yang bisa/mau memberi hutangan  baru – sedangkan hutang lama harus dibayar – maka pasti uang kertas jatuh nilainya.</p>
<p>Grafik diatas adalah prediksi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk negara-negara yang konon paling kuat ekonominya. Rata-rata negara anggota OECD ternyata akan memiliki hutang (liabilities) yang melebihi GDP-nya tahun depan (2011). Dari grafik diatas, dapat kita ambil kesimpulan sederhana bahwa seluruh mata uang negara-negara anggota OECD akan turun significant (mengalami debasement) dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama – kecuali China. Ketika nilai uang kertas jatuh, apa yang terjadi dengan harga emas dan benda riil lainnya ? – sederhana, harga emas dan benda riil lainnya akan melambung !.</p>
<p>Untuk sementara China berkemungkinan bisa bertahan paling lama dalam hal kekuatan mata uangnya. China juga merupakan negara yang sangat pinter dalam mendorong rakyatnya membangun ketahanan ekonomi – <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=367:belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">dengan menganjurkan langsung dan mempermudah rakyatnya membeli emas</a> – mumpung ekonomi mereka kuat dan uang mereka lagi perkasa.</p>
<p>Jadi kalau kita mau belajar sampai ke negeri China termasuk dalam hal ketahan ekonomi ini, maka insyaAllah tidak ada waktu yang salah untuk membeli emas atau Dinar.</p>
<p>Membeli emas/Dinar hanya akan salah bila tujuannya untuk spekulasi jangka pendek. Karena dalam jangka pendek harga emas akan terus bergejolak – sehingga sangat mungkin Anda merugi karena fluktuasi ini.</p>
<p>Lantas kapan waktu menjualnya yang terbaik ?; Yang terbaik adalah ketika Anda membutuhkannya untuk keperluan riil seperti membayar sekolah, pergi haji, membayar rumah, membayar biaya kesehatan, memindahkan ke investasi sektor riil dlsb. Anda tidak akan pernah menyesal mencairkan emas atau Dinar Anda untuk keperluan-keperluan yang riil tersebut.</p>
<p>Sebaliknya bila Anda menjual emas/Dinar hanya karena tertarik harga lagi tinggi – maka sangat mungkin Anda bisa menyesal karena angka tertinggi saat ini – bisa saja menjadi kelihatan sangat rendah hanya dalam belasan bulan kedepan seperti contoh angka-angka tersebut diatas.</p>
<p>Ringkasnya adalah membeli emas/Dinar yang terbaik adalah pada saat Anda memiliki <em>excess fund</em> untuk keperluan jangka panjang; dan menjualnya terbaik adalah ketika Anda membutuhkannya untuk menutup kebutuhan yang riil.</p>
<p>Sebaliknya membeli emas/Dinar untuk tujuan spekulasi jangka pendek selalu berpeluang untuk rugi karena fluktuasi jangka pendek; dan demikian pula menjual emas/Dinar hanya karena melihat harga tinggi sesaat – juga bisa menyesal – karena rekor-rekor tertinggi harga emas akan terus bermunculan sejalan dengan <em>debasement</em> mata uang kertas. Wa Allahu A’lam. by Muhaimin Iqbal<!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://www.majalahopini.com/2010/05/14/acfta-zona-pasar-liberalisasi/'>ACFTA Zona Pasar Liberalisasi</a></li>
<li><a href='http://www.ieumart.com/gold-price-today-is-still-down.html'>Gold Price Rate Today &gt;&gt; <b>Harga Emas</b> Per Gram 11 Mei 2009 <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.dinarislam.com/dinar-prospecting/ketika-aset-anda-nilainya-ditentukan-oleh-isu.html'>Ketika Aset Anda Nilainya Ditentukan Oleh Isu | Dinar Islam <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.beliportal.com/rts-kuda-ide-dinar/'>RTS: Kuda ide <b>dinar</b>? | Vesti dana <b>Beli</b> Portal</a></li>
<li><a href='http://jutawanemas.com/v1/forum/public-bank-gold-investment-account-dan-maybank-gold-saving-passbook/wts-unlocked-apple-iphone-3gs-32gb-300-usd/'>WTS: Unlocked Apple iPhone 3GS 32GB. $300 USD | Public Bank Gold <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://joglopos.com/perbedaan-dinar-emas-batangan-dan-koin-bulion.htm'>Perbedaan <b>Dinar</b>, <b>Emas</b> Batangan, dan Koin Bulion | JOGLOPOS.com</a></li>
<li><a href='http://emaskini.com/2010/05/harga-emas-menuju-puncak/'><b>Harga Emas</b> Menuju Puncak | EmasKini.Com</a></li>
<li><a href='http://dinaremasku.com/2010/05/saatnya-dinar-emas/'><b>Dinar Emas</b> | Investasi, Proteksi, dan Dakwah » Saatnya <b>Dinar Emas</b></a></li>
<li><a href='http://dinaremas.net/artikel/harga-emas-tidak-ada-prediksi-yang-pasti/'>Dinar Emas Islam | Investasi No 2 Di Dunia » Blog Archive » Harga <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://bmt-link.co.id/uang-masa-depan-yang-memakmurkan/'>Uang Masa Depan yang Memakmurkan | BMT-link</a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/kapan-waktu-beli-dinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas Ibarat Cermin</title>
		<link>http://dinaremas.net/artikel/emas-ibarat-cermin/</link>
		<comments>http://dinaremas.net/artikel/emas-ibarat-cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 08:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dinaremas.net/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[


Sekitar sembilan abad  yang lalu Imam Al Ghazali (1058-1111) dengan kejernihan pemikirannya  mengungkapkan bahwa sejatinya emas sebagai timbangan yang adil, dirinya  sendiri ibarat cermin yang dengannya barang-barang dapat ditentukan  nilainya dengan akurat.
Sekarang saya akan  gunakan cermin Imam Ghazali ini untuk melihat krisis yang sekarang  sedang menghebohkan dunia. Kita lihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Sekitar sembilan abad  yang lalu Imam Al Ghazali (1058-1111) dengan kejernihan pemikirannya  mengungkapkan bahwa sejatinya emas sebagai timbangan yang adil, dirinya  sendiri ibarat cermin yang dengannya barang-barang dapat ditentukan  nilainya dengan akurat.</p>
<p>Sekarang saya akan  gunakan cermin Imam Ghazali ini untuk melihat krisis yang sekarang  sedang menghebohkan dunia. Kita lihat krisis tersebut dari kacamata  harga emas yang mencerminkan daya beli uang negara-negara di dunia. Saya  ambil case  negara kita dibandingkan negara yang menjadi epicentrum krisis sekarang  ini yaitu Yunani secara khusus dan European Union secara umum.</p>
<p>Perhatikan grafik diatas, dalam mata uang  Greek Drachmas (GRD) yaitu mata uang Yunani – harga emas setahun  terakhir mengalami kenaikan 41%.  Dalam Euro kenaikan ini  bahkan mencapai 44%, sedangkan dalam Rupiah hanya mengalami kenaikan 16  %.</p>
<p>Dari kacamata kenaikan harga emas ini kita  bisa tahu bahwa krisis yang melanda Yunani setahun terakhir memang  sangat parah, sehingga daya beli uangnya terhadap emas anjlog  sekitar  30 % (100%/141%). Karena emas ini cerminan harga barang-barang di  sekitarnya – maka daya beli uang mereka terhadap barang-barang juga  turun kurang lebih pada persentase yang sama. Bisa dibayangkan  penderitaan rakyat negeri itu sebagai dampak dari penurunan daya beli  uangnya ini.</p>
<p>Namun ternyata Yunani tidak sendirian  mengalami krisis ini, secara bersama-sama negara-negara yang tergabung  dalam European Union – juga lagi tenggelam bersama.  Ini  bisa dilihat dari kenaikan harga emas dalam Euro bahkan lebih tinggi  ketimbang dalam Drachmas – yaitu mencapai 44%, atau daya beli Euro  mengalami penurunan sekitar  31%.</p>
<p>Kita yang di Indonesia, juga tentu tidak terlepas dari <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=402:kali-ini-bukan-pig-flu-tetapi-piigs-flu-yang-mewabah&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">wabah PIIGS</a> ini; tetapi dalam  Rupiah rata-rata harga emas setahun terakhir hanya naik sekitar 16%  saja. Maka bersyukur memang sudah sepatutnya bahwa ekonomi kita lagi  perkasa, namun untuk berbangga dengan kinerja kita – ini yang tidak  boleh.</p>
<p>Selain berbangga menimbulkan kesombongan  yang dilarang agama, kenyataannya memang belum ada yang bisa kita  banggakan. Mengapa demikian ?, coba kita bercermin kembali dengan  cerminnya Imam Ghazali tersebut diatas – sekarang kita lihat harga emas  sepuluh tahun terakhir.</p>
<p>Dalam sepuluh tahun terakhir, di Yunani yang menjadi  epicentrum krisis saja  &#8211; harga emasnya hanya naik sebesar  253% (dalam Drachmas) ; dalam Euro kenaikan ini hanya 249 % ; dalam  Rupiah kenaikan ini mencapai 445%. Bila pada Januari 2000 kita bisa  membeli emas 1 gram seharga  Rp 66,000,- ; kini harga emas  tersebut menjadi Rp 360,000 per gram.</p>
<p>Maka  bercermin dengan cermin yang utuh kita perlu – agar kita tahu seperti  apa kinerja kita sesungguhnya; dengan cermin itu pula kita bisa  memperbaiki diri – agar dari waktu-kewaktu semakin indah wajah kita.</p>
<p>Jangan pula sampai terjadi ‘Buruk Muka  Cermin Dibelah’ seperti yang diungkapkan oleh <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=398:gold-wars-perang-terhadap-emas-dari-kacamata-swiss-banker&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Ferdinand  Lips dalam Gold War</a> ; bahwa bank-bank central dari negara-negara di  dunia memerangi emas karena ingin membelah cermin ini; mereka tidak mau  wajahnya terlihat buruk di depan cermin yang adil. Wa Allahu A’lam.</p>
<p>Muhaimiin Iqbal</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- pingbacker_start --><br />
<h4>Related Blogs</h4>
<ul class='pc_pingback'>
<li><a href='http://www.yursil.com/blog/2010/05/ayyuhal-walad-advice-to-the-youth-from-imam-ghazali-r-2/'>Ayyuha&#39;l-Walad – Advice to the Youth from <b>Imam Ghazali</b> (R) [2 <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.suhaibwebb.com/islam-studies/imam-al-ghazali-on-studying-science/'><b>Imam al</b>-<b>Ghazali</b> on Studying Science » Suhaib Webb &#8211; audio <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://www.ieumart.com/gold-price-today-is-still-down.html'>Gold Price Rate Today &gt;&gt; <b>Harga Emas</b> Per Gram 11 Mei 2009 <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://infogue.co.cc/ekonomi-bisnis/imf-nilai-reaksi-ue-atasi-krisis-yunani-lambat.html'>IMF Nilai Reaksi UE Atasi <b>Krisis Yunani</b> Lambat Info Berita Gosip <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href='http://ibnayyub.wordpress.com/2010/04/21/imam-al-ghazali-on-studying-science/'><b>Imam al</b>-<b>Ghazali</b> on Studying Science « ibn ayyub</a></li>
<li><a href='http://emaskini.com/2010/05/harga-emas-menuju-puncak/'><b>Harga Emas</b> Menuju Puncak | EmasKini.Com</a></li>
<li><a href='http://beritasemasa.com/harga-emas-semasa-vs-krisis-greece'><b>Harga Emas</b> Semasa Melonjak VS Krisis Greece</a></li>
</ul>
<p><!-- pingbacker_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinaremas.net/artikel/emas-ibarat-cermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
