Home » Berita » Dinar Bisa jadi Produk Alternatif

 
 

Dinar Bisa jadi Produk Alternatif

 

ARSIP

  • 2012 (5)
  • 2011 (35)
  • 2010 (36)
  • 2009 (37)

Republika Online

JAKARTA – Emas menjadi salah satu investasi menjanjikan dengan nilainya yang stabil. Investasi dalam dinar pun kini menjadi salah satu pilihan. Menurut Direktur Utama Karim Business Consulting, Adiwarman A Karim, dinar dapat menjadi salah satu diversifikasi produk perbankan syariah Indonesia. Namun, tambah dia, masih diperlukan sejumlah persiapan untuk dapat menerapkan produk tersebut.

”Bagi bank syariah bisa mengembangkan produk yang namanya deposito dinar. Produk ini memang belum jalan karena definisi (bank) di BI kan penghimpunan dana masyarakat, bukan penghimpunan emas. Dari segi definisi kita sedang mencari jalannya,” kata Adiwarman disela seminar Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tengah Krisis Ekonomi Global, Sabtu (3/4).

Ia menambahkan untuk investasi dinar saat ini masyarakat membeli dan menempatkan investasi dinar emas seperti di Gerai Dinar. Saat ini, ujar Adiwarman, arah investasi emas di perbankan syariah sudah mulai mengarah seperti investasi dinar emas.

”Perlahan-lahan kita akan ke sana. Fatwanya juga yang sebentar lagi keluar adalah murabahah emas, jadi orang beli emas dengan cicilan di bank dan emasnya ditaruh di bank,” ujar Adiwarman yang juga anggota DSN-MUI ini. Pembahasan fatwa tersebut, lanjutnya, telah mencapai tahap akhir dan diharapkan bulan ini bisa keluar.

Kini emas baru menjadi salah satu komoditi di produk gadai emas di bank syariah. Adiwarman mengakui saat ini gadai emas menjadi salah satu produk yang sedang booming di perbankan syariah. Produk ini cukup aman bagi bank dan juga menguntungkan bagi nasabah.

”Perbankan syariah saat ini sedang ramai di gadai syariah karena bisnis ini punya tiga keuntungan, yaitu profitabilitas tinggi, margin tebal karena masyarakat kecil mau bayar mahal. Kedua, bagi bank aman karena ini ibarat seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), tapi kalau KTA tidak ada jaminan, ini ada jaminan dan likuid. Ketiga, tidak ada Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif,” kata Adiwarman. yogie respati, ed: yeyen rostiyani

Related Blogs

Related Term:

fatwa bisnis dinar emas, penghimpunan dana gerai dinar, penghimpunan dinar, produk dinar emas

Tags: ,

 

No comments

Be the first one to leave a comment.

Post a Comment


 

Harga Dinar Emas